Liburan boleh dikatakan sudah berlalu. Tapi saat2 seperti inilah yang masih sangat tidak menyenangkanku sejak dulu. Bukan karena aku harus homsik lagi ato apa, tapi ya.. gimana ya? Nggacor sampe bocor pun juga keknya situasinya ngga bakal berubah. Aku tahu persis siapa dia. Dan aku rasa ada yang lebih baik daripada membahas tentangnya. Dosen wali yang benar2 tidak bisa diharapkan. Dosen wali yang telah mencekal kelulusanku karena saking kakunya pada peraturan. Dosen wali yang selalu “begini” saat aku “begitu”, dan menjadi “begitu” saat aku “begini”. Benar2 bukan pasangan yang ideal. Dan ini ternyata tidak hanya dikeluhkan olehku seorang.
Ya sutlah, meski kehebatanku semester lalu tidak mendapatkan penghargaan yang sesuai, no matter. Aku telah mengerti bahwa nilai hanyalah efek samping. Suatu kesalahan apabila aku pengejaranku berhenti hanya sampai di situ, nilai. Gampang sekali untuk mendapatkan nilai A itu. Tinggal minta atau tinggal nyontek, it’s easy. Tapi bagaimana dengan sesuatu yang lebih dari nilai; ilmu pengetahuan? Dan kehebatanku di semester lalu bukan sesuatu yang semalam jadi. Semua aku raih dengan usaha yang keras dan doa serta dukungan dari keluarga dan teman2 dekatku, dan, mh, dendam pribadi. Dan memang sangat gampang untuk mendapatkan nilai penuh itu.
Tapi kedatanganku jauh2 dari tanah kelahiranku bukanlah untuk beberapa digit nilai IPK. Tapi yang jauh lebih dari itu, yaitu ilmu yang bermanfaat dan tanggung jawab atas penuntutannya selama masa kuliah dan penggunaannya nanti di lapangan. For today, kehebatanku di semester lalu harus dipertanggungjawabkan kembali di semester ini.
So, misi semester ini : ADSI, OLAP, SCM, TIS, Audit, Penil dan TOEFL. And the goal is “Kalahkan dia lagi dan untuk terakhir kalinya”
Ditulis oleh hadiy
Ditulis oleh hadiy
Ditulis oleh hadiy