Sepertinya menarik juga meneliti penerapan ERP di koperasi (spec; koperasi mahasiswa ITS). Itung2 ‘refreshing’ dari kegiatan RSUD lah. Sampai di kopma, eh ketemu Nugie. Sama seperti Dedi dulu, “Kemana aja kamu koq ngga pernah keliatan?”. Aku sudah menepi dari dunia ‘persilatan’ and i found my real path.
Misi kali ini adalah mendeskripsikan aturan bisnis yang diterakan di kopma. Masih berupa gambaran umum sich tentang sistem secara keseluruhan dan masih belum menyentuh detilnya.
Masalah distribusi barang masih dengan sistem konsinyasi (titip) dan beli dari agen atau distributor dengan ketentuan tertentu seperti stok dan harga barang (misal harga barang mau naik). Unit bisnis yang ada juga masih belum berubah; swalayan, fast food, wartel dan asrama. Tidak hanya itu, bahkan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap jalannya unit bisnis tersebut masih sama. Nama orangnya saja yang berganti. Begitu juga dengan sistem administrasi seperti iuran wajib dan iuran sukarela anggota beserta SHU-nya.
Tidak banyak yang berbeda memang antara sistem distribusi barang antara kopma yang dulu -ketika aku masih aktif sebagai anggota; sekarang udah ngga lagi- dengan sistem yang baru. Masih manual -itu pasti- dan bahkan boleh dikatakan hampir tidak ada perubahan, kecuali satu.
Jas almameter yang dulunya ditenderkan, di kepengurusan yang baru ini sudah menggalang kerja sama. Ngga tahu ya hasilnya (produk jadi; almameter) nanti kayak gimana. Karena beberapa tahun yang lalu muncul keluhan seperti kainnya agak panas, dsb. Tapi dari tahun ke tahun ada peningkatan kualitas yang juga dibarengi oleh kenaikan harga.
Distribusi barang, unit bisnis yang ada dan sistem administrasi (baca: bagi hasil) di kopma, mungkin ngga ya ERP diterapkan di sana? Yang aku tahu -nie dari dosen ERP langsung loh ya yang sempat ngajar aku-, dimanapun ERP bisa diterapkan. Hanya saja semua bergantung pada aplikasinya apakah besar atau kecil dan sesuai atau tidak dengan proses dan aturan bisnis yang telah ada. Alasan basi banget yaa.. .
Sementara itu untuk penerapan aplikasinya sendiri, masih butuh perencanaan IS/IT lagi yang mana hal itu sudah di luar pekerjaanku pada penelitian kali ini. Tapi memang yang namanya investasi IS/IT selalu rugi di awal atau dengan kata lain tidak akan menghasilkan keuntungan jangka pendek, tapi jangka panjang. Tapi (lagi) itu bergantung pada komitmen organisasi itu sendiri untuk menerapkan IS/IT. Karena bisa jadi kan, yang namanya kerugian akan terus berlanjut..
Ditulis oleh hadiy