My inspirations

Di sepanjang kehidupan manusia dan di sependek usiaku hingga saat ini aku menemukan tiga hal penting yang sangat berguna khususnya dalam berinteraksi (spec: berhubungan) dengan orang lain atau pasangan; biar hubungan itu sendiri awet. Tapi hubungan yang dimaksud tidak termasuk hubungan intim loh yaa… :)

Yang pertama tu saling percaya. Kalo ngga “percaya”, bawaannya jadi curiga (victor) mulu. Baik benar-benar terjadi maupun (apalagi) ngga pernah terjadi; yang rugi toh diri sendiri. Nasi goreng masih terlalu enak daripada racun tikus. Lagipula siapa sech yang akan merasa nyaman dicurigai? Dan tidak ada ruginya mempercayai orang lain. Sekalipun mungkin kepercayaan tersebut dirusak oleh orang lain & lalu kita merasa dibodohi. Padahal sebenarnya bukan kita (yang mempercayai orang lain itu) yang bodoh. Tapi yang benar-benar bodoh adalah orang yang merusak kepercayaan orang lain. Dan memang ngga ada salahnya percaya sepenuhnya terhadap orang lain, namun sebaiknya tanpa mengabaikan logika dan bersikap kritis.

Lalu yang kedua bersikap ikhlas. Artinya (singkat cerita), ngga usah ngarepin orang lain melakukan hal yang sama atau lainnya sebagai imbalan atau balas jasa, baik sedikit apalagi banyak. Sama halnya seperti “percaya”, ngga ada ruginya bersikap ikhlas. Karena “patah tumbuh; hilang berganti”. Tapi kalo ngga ikhlas.. yang ada malah sakit hati, dongkol, marah, de-el-el.

Dan yang terakhir, selalu bersyukur & berterima kasih atas segala pemberian dari siapapun, yang baik maupun yang buruk. Karena (kek gini), dunia ini terlalu luas & sayang banget untuk dinikmati sebagiannya saja. Salah-salah karena kehidupan yang datar ato kek gitu-gitu aja malah ngebosenin. Berterima kasih terhadap kebaikan orang lain itu hal yang biasa. Tapi berterima kasih atas ketakbaikan orang lain & tidak mendendam; itu baru luar biasa. Boleh jadi kita dijahati orang lain; mungkin itu disebabkan karena kita pernah menjahati orang lain sebelumnya. Ato jika ngga pernah menjahati orang lain maka pasti tujuan-Nya agar kita tidak menjahati orang lain.

Tapi ini keknya ngga berlaku bagi Inu (‘musuh bebuyutan’-ku). Klo dia ampe jelek-jelekin aku, wo… tak jelek-jelekin balik dia. :p- Hehehehehe…. Tapi baik yang pertama maupun yang kedua, susah banget untuk dipraktekkan. Sedangkan yang ketiga (pada kenyataanya) lebih banyak dilupakan.

Lotre daeh, that’s all! Thank’s to ading Sandli yang udah jadi inspirator dari tulisan ini.

Tinggalkan Balasan