Dalam konteks ini, supply chain (rantai pasok) adalah rangkaian perusahaan yang saling bekerja sama mendistribusikan produk atau jasa dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir. Pendistribusian produk atau jasa tersebut melibatkan material, dana dan informasi. Karena itu, rantai pasok perlu untuk dimanajemen dengan baik untuk memaksimalkan profitabilitas tidak hanya pada perusahaan tertentu saja tapi keseluruhan perusahaan yang ada dalam lingkup rantai pasok, tidak terkecuali konsumen akhir.
Di dalam SCM (Supply Chain Management) terdapat 2 aktifitas : physical dan market mediation. Aktivitas fisik meliputi pengadaan sumber (sourcing), produksi, distribusi, penggudangan (warehousing) dan pengendalian penyimpanan (inventory control). Sedangkan pada market mediation meliputi penelitian pasar (market research), desain produk (product design) dan pelayanan purna jual (after sales services). Tapi sayangnya (kata ibu dosen yang mengajar), market mediation ini sering dilupakan oleh produsen.
Kedua aktivitas tersebut berdasar pada dua fungsi dasar SCM yaitu :
- (yang berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas fisik) proses mengubah materi dasar menjadi produk jadi hingga sampai ke tangan konsumen.
- (yang berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mengetahui keadaan pasar) memastikan bahwa produk sesuai dengan keinginan konsumen.
Impact, kedua aktivitas tersebut mengakibatkan adanya tantangan dalam pengelolaan SCM yaitu kompleksitas struktur rantai pasok dan faktor ketidakpastian. Implikasinya, perusahaan perlu untuk mengambil keputusan yang sesuai tingkatan : strategis (mis. kerjasama), taktis (mis. pelayanan purna jual) dan operasional (mis. aktivitas harian). Tapi, hari gineee gitu loh…! Peran internet sudah menjadi semacam ‘penyakit’ yang diharapkan untuk mengobati ‘penyakit’ lain yang lebih berbayaha, tradisionalitas. Maka sebutlah e-procurement untuk mendukung proses pengadaan dan e-fulfillment dimana produsen tertentu dapat ‘bersentuhan langsung’ dengan konsumen akhir. Dengan begini pihak2 pada rantai pasok dapat berbagi informasi dan melakukan transaksi dengan lebih cepat, murah dan akurat.